Artikel mengenai 

Gempa Tokara 477 Kali: Tak Bisa Diprediksi, Tapi Kita Bisa Bersiap

Gempa Tokara 477 Kali: Tak Bisa Diprediksi, Tapi Kita Bisa Bersiap

27 June 2025

Jika kamu belum pernah mendengar tentang gempa Tokara, inilah saatnya kamu tahu. Sejak pagi tanggal 21 Juni hingga pukul 22.00 malam tanggal 26 Juni, kawasan Kepulauan Tokara telah diguncang oleh 477 kali gempa bumi. Jumlah ini jauh melebihi aktivitas gempa serupa pada Desember 2021 maupun September 2023.

Gempa Tokara dan Dampaknya bagi Warga

Gempa Tokara kali ini tergolong sebagai swarm earthquakes—yakni rentetan gempa dengan frekuensi tinggi dalam waktu singkat. Dari total 477 gempa, intensitasnya terbagi menjadi: 6 kali Shindo 4, 23 kali Shindo 3, 123 kali Shindo 2, dan 325 kali Shindo 1. Semua gempa dengan intensitas Shindo 4 tercatat terjadi di Akusekijima, pulau kecil dengan hanya 89 penduduk dari 43 rumah tangga.

Gempa terkuat memiliki magnitudo 5.1 dan terjadi pada 22 Juni pukul 17.15 waktu setempat. Meski jumlah gempa mulai menurun, pihak berwenang mengingatkan bahwa aktivitas tektonik masih aktif dan bisa meningkat kapan saja.

Kenapa Gempa Tokara Sering Terjadi?

Kepulauan Tokara terletak di antara Pulau Yakushima dan Amami Oshima, sekitar 160 km di selatan Prefektur Kagoshima. Secara geologi, gempa Tokara disebabkan oleh aktivitas intraplate, di mana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah lempeng benua.

Banyak warganet berspekulasi bahwa gempa Tokara ini juga mungkin berkaitan dengan aktivitas gunung api bawah laut, seperti Kaldera Kikai—gunung api besar yang pernah meletus hebat 7.000 tahun lalu. Beberapa komentar menyebut bahwa aktivitas panas bumi atau magma yang naik bisa menjadi penyebabnya.

Meski para ahli menjelaskan bahwa gempa Tokara memiliki mekanisme berbeda dari gempa-gempa besar seperti di Palung Nankai, kekhawatiran tetap muncul. Ada yang menyebut pola ini muncul setiap lima tahunan, dan bisa menjadi "tanda awal bencana besar."

Siap Hadapi Gempa Tokara, Bukan Takut Berlebihan

Banyak komentar publik justru menyerukan agar kamu tetap waspada tapi tidak panik berlebihan. Beberapa tips yang sering disarankan:

  • Siapkan stok air, makanan, dan obat-obatan.
  • Tinjau ulang jalur evakuasi dan titik kumpul.
  • Pastikan kamu dan keluarga punya cara komunikasi darurat.

Ada simpati besar terhadap warga Akusekijima yang merasakan gempa berkali-kali. Bahkan beberapa orang melaporkan mengalami mabuk gerak, mual, dan pusing akibat guncangan yang terus-menerus.

Namun, ada juga kritik terhadap langkah-langkah yang dianggap terlalu dramatis, seperti mewajibkan anak-anak memakai helm di sekolah—yang justru bisa menambah stres.

Di sisi lain, banyak yang mengingatkan agar kamu tidak percaya begitu saja pada ramalan gempa yang belum terbukti, atau hoaks yang menyebar di media sosial.

Gempa Tokara Antara Takdir dan Ilmu

Sebagian orang melihat gempa Tokara sebagai bagian dari siklus alam yang tak bisa dihindari. Ada yang menyebut ini sebagai "margin of error geologi" dan menyarankan kita hidup berdampingan dengan risiko tersebut.

Baca juga: Cuaca Panas Bukan Halangan Menikmati Osaka Expo

Meski begitu, kritik juga ditujukan kepada pihak berwenang yang dianggap belum cukup memahami gunung api bawah laut, serta keterbatasan akses dan jalur evakuasi di wilayah terpencil seperti Tokara.

Belajar dari Gempa Tokara

Kejadian gempa Tokara ini mengingatkan kamu bahwa hidup di Jepang memang berdampingan dengan risiko gempa. Tapi dengan persiapan yang matang dan informasi yang benar, kamu bisa tetap tenang dan aman.